PAHANDUT – Suasana berbeda menyambut kedatangan dua tamu istimewa di SD Muhammadiyah Pahandut (SDMP), Jumat pagi (22/5/2026). Bukan hanya derap langkah rapi para guru, tetapi dua sosok mungil dengan gerakan lincah dan penuh semangat menjadi pembuka sambutan. Atha dan Anisa, dua siswa terbaik sekolah itu, dengan percaya diri memperagakan jurus dasar Tapak Suci – gerakan khas silat Muhammadiyah – di halaman depan sekolah.
![]() |
| Kedatangan tim disambut penampilan tapak suci oleh siswa siswi terbaik SDMP |
Tamu yang disambut tersebut adalah tim fasilitator pendampingan penjaminan mutu sekolah/madrasah dari Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yakni Dr. Hardi Santosa, M.Pd dan Dr. Muh. Solihin Fanani, M.PSDM. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan misi penguatan mutu pendidikan di lingkungan persyarikatan.
Rombongan didampingi oleh H. Mukhlis Rohamdi, M.Pd Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (DIKDASMEN DAN PNF) PW Muhammadiyah Kal-Teng besreta anggotanya, M. Abdul Malik., M.Pd , didampingi juga oleh Kepala Sekolah Muhammadiyah Pahandut, Sandra Aryani, K.S.Pd beserta koordinator bidang langsung mengajak berkeliling menyusuri ruang demi ruang. Dari kelas-kelas yang tampak sederhana namun rapi, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan peralatan terbatas, hingga ruang guru yang menjadi pusat musyawarah para pendidik. Sesekali, kedua fasilitator mengamati detail, mengangguk kecil, atau mengajukan pertanyaan ringan kepada kepala sekolah, Sandra Aryani, yang setia mendampingi.
![]() |
| Tim Fasilitator berkeliling gedung sekolah untuk melihat secara langsung |
Perjalanan berakhir di ruang pertemuan. Di sanalah Sandra Aryani dengan lugu namun penuh harap membuka suara. “Kami sadar, SDMP masih jauh dari sempurna. Masih banyak arahan dan juga fasilitas yang kami butuhkan. Mohon arahan serta bimbingannya, ujarnya kepada tim fasilitator.
| Tim Fasilitator memberikan arahan dan motivasi |
Dr. Muh. Solihin Fanani, M.PSDM, tersenyum. Ia lalu membandingkan SDMP dengan salah satu sekolah unggulan di Jawa. “Jujur, SDMP ini bahkan hampir mendekati SD Muhammadiyah Pucang saat awal-awal berdiri dulu. Standar mutu dan pendidikan di SDMP ini sudah bagus. Hanya perlu penguatan karakter siwa-siswinya dan perbaikan standar pelayanan. Jika itu diperkuat, insyaallah sekolah ini akan menjadi sekolah unggul,” ujarnya optimistis.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya jati diri. “SDMP harus punya branding yang kuat. Buatlah tagline yang membakar semangat, misalnya ‘Sekolah Para Pemimpin’ atau ‘Sekolah Para Juara’. Itu akan menjadi magnet bagi masyarakat dan juga energi internal untuk terus berprestasi,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Hardi Santosa, M.Pd, menyoroti sisi lain yang tak kalah krusial. “Jangan hanya fokus pada hardware, seperti gedung atau papan tulis. Software-nya juga harus dibenahi. Contoh sederhana, sistem manajemen website yang terintegrasi dan tertata. Dengan begitu, wali murid bisa memantau kegiatan anaknya secara real time. Transparansi seperti itu akan membangun kepercayaan,” paparnya.
Sandra Aryani yang mendengar arahan itu tampak lega dan bersemangat. “Terima kasih banyak atas arahan dan masukannya. Kami mohon agar terus dibimbing, sehingga SDMP benar-benar bisa menjadi sekolah Muhammadiyah yang unggul,” ucapnya haru.
![]() |
| Foto bersama dengan tim fasilitator dan pendamping |
Sebuah langkah kecil di Pahandut, namun menjadi bagian dari gerak besar Muhammadiyah memajukan mutu pendidikan dari akar. Apakah SDMP akan menyusul jejak sekolah-sekolah unggul lainnya? Waktu yang akan menjawab. Yang pasti, hari itu, benih perubahan telah ditanam. (Tim Julik)






0 comments:
Posting Komentar