Palangka Raya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh keluarga besar SD Muhammadiyah Pahandut. Salah satu guru terbaiknya, Pertiwi Adi Puji Astuti, S.Pd, berhasil meraih Juara 1 Tingkat Regional SD/MI se-Kalimantan Terbuka dalam ajang Lomba Inovasi Media Pembelajaran Kreatif Guru yang diselenggarakan pada rangkaian MIN 1 Edu-Culture Fest 2025 (Inspiring Teacher, Creative Students) dalam rangka Milad ke-45 MIN 1 Kota Palangka Raya. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 7 Oktober hingga 15 Desember 2025.
Prestasi ini diraih melalui inovasi media pembelajaran bertajuk “JEJAK ITAH (Jelajah Interaktif Budaya Itah Kalimantan Tengah)”, sebuah media pembelajaran berbasis etnomatematika dan etnosains yang mengintegrasikan kekayaan budaya Kalimantan Tengah dengan pembelajaran abad ke-21 melalui pendekatan Deep Learning. Media dapat diakses pada link berikut Video Media Jejak si Itah
Media pembelajaran ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. Melalui JEJAK ITAH, siswa tidak hanya mempelajari konsep matematika dan sains secara teoritis, tetapi juga diajak mengeksplorasi nilai-nilai budaya lokal yang dekat dengan kehidupan mereka. Berbagai unsur budaya Dayak, kearifan lokal, permainan tradisional, hingga fenomena alam khas Kalimantan Tengah dikemas secara interaktif sehingga mampu membangun keterhubungan antara materi pelajaran dengan lingkungan nyata peserta didik.
Menurut Pertiwi, pendekatan pembelajaran yang berakar pada budaya lokal memiliki potensi besar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Ketika peserta didik merasa dekat dengan materi yang dipelajari, mereka akan lebih mudah memahami konsep sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerahnya.
“Pembelajaran seharusnya tidak hanya membuat siswa memahami materi, tetapi juga mengenal dan mencintai budaya daerahnya. Melalui JEJAK ITAH, saya ingin menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna,” ungkapnya.
Keunggulan inovasi ini terletak pada perpaduan antara teknologi, budaya lokal, dan strategi pembelajaran mendalam (Deep Learning). Siswa diajak untuk mengamati, mengeksplorasi, menganalisis, hingga memecahkan masalah melalui aktivitas yang berkaitan langsung dengan budaya Kalimantan Tengah. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi dapat berkembang secara optimal.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa guru-guru SD Muhammadiyah Pahandut terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan akar budaya daerah. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mendukung transformasi pendidikan yang berpusat pada peserta didik dan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.
Kepala SD Muhammadiyah Pahandut menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Pertiwi Adi Puji Astuti, S.Pd. Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh warga sekolah.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa guru SD Muhammadiyah Pahandut mampu bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan inovasi pendidikan di tingkat regional. Semoga menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Raihan Juara 1 ini semakin menegaskan peran SD Muhammadiyah Pahandut sebagai sekolah yang tidak hanya fokus pada prestasi peserta didik, tetapi juga mendorong lahirnya pendidik-pendidik kreatif yang mampu menghadirkan pembelajaran berkualitas, inovatif, dan berakar pada budaya bangsa. (tim julik)

.jpeg)

0 comments:
Posting Komentar