PALANGKA RAYA (12/03/26) – Gema selawat dan riuh rendah tawa siswa memecah kesunyian sore di lingkungan SD Muhammadiyah Pahandut (SDMP) pada Kamis, 12 Maret 2026. Hari itu bukan sekadar penanda waktu berbuka puasa, melainkan momen puncak yang emosional sebagai penutup rangkaian panjang kegiatan Pesantren Ramadan tahun ini.
Sejak pukul 15.30 WIB, aula sekolah telah dipadati oleh siswa-siswi kelas 4 hingga 6 yang tampak antusias mengenakan busana muslim. Tak hanya siswa aktif, kehadiran para alumni yang datang kembali ke "rumah" lama mereka menambah kental nuansa kekeluargaan. Duduk di barisan depan, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pahandut, Drs. Ahmad Wahyu Cahyono, M.Pd, turut menyaksikan langsung regenerasi dakwah di sekolah unggulan tersebut.
![]() |
| (Dokumentasi; Para tamu undangan yang turut hadir) |
![]() |
| (Dokumentasi; Siswa-siswi SDMP yang turut hadir) |
Pesan Bermakna dari Adied Najiyurrahman
Suasana mendadak hening saat penceramah spesial, Adied Najiyurrahman, M.A.P, naik ke podium. Dalam tausiyahnya, beliau membawakan materi yang segar namun sarat makna bagi para siswa. Beliau menekankan bahwa Pesantren Ramadan bukanlah akhir dari ibadah, melainkan garis start untuk menjaga akhlak di bulan-bulan berikutnya.
![]() |
| (Dokumentasi: Ustad Adied sedang menyampaikan ceramah) |
"Ilmu yang didapat selama pesantren ini adalah bekal. Ramadan akan pergi, tapi nilai-nilai kejujuran dan disiplin yang kalian pelajari harus tetap tinggal di hati," pesan Adied di hadapan ratusan siswa yang menyimak dengan saksama.
Selebrasi Juara dan Rasa Syukur
Setelah siraman rohani, ketegangan sempat menyelimuti ruangan saat tiba waktunya pengumuman pemenang lomba-lomba Pesantren Ramadan. Sorak sorai pecah ketika satu per satu nama pemenang disebutkan. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kreativitas dan ketekunan siswa selama mengikuti berbagai cabang lomba keagamaan.
Di balik kesuksesan acara ini, ada kerja keras panitia yang luar biasa. Ketua Panitia Pesantren Ramadan tahun ini, M. Firli, mengungkapkan rasa syukur dan lega yang mendalam. Tahun ini, tantangan panitia cukup besar karena agenda sekolah terpecah menjadi dua fokus utama.
"Kami sangat bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Tahun ini kegiatan SDMP memang sangat padat, fokus kami terbagi antara mengawal jalannya Pesantren Ramadan dan pelaksanaan Ujian Munaqasah Internal bagi siswa-siswi kelas 6," urai Firli. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja ekstra demi suksesnya kedua agenda besar tersebut.
Menutup Hari dengan Sujud Berjamaah
Saat ufuk barat mulai memerah, seluruh hadirin bersiap dengan takjil di tangan. Begitu azan magrib berkumandang, rasa dahaga terhapuskan dalam momen buka bersama yang penuh kesederhanaan namun sarat kebersamaan.
Kegiatan tidak berakhir di meja makan; seluruh siswa, guru, alumni, dan tamu undangan segera merapatkan barisan untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah. Sujud bersama ini menjadi penutup yang sempurna bagi rangkaian Pesantren Ramadan SDMP 2026, meninggalkan kesan mendalam tentang sinergi, prestasi, dan spiritualitas yang tak terpisahkan.



0 comments:
Posting Komentar